Jumat, 13 Februari 2009

PKS Minta Maaf Soal Iklan



INILAH.COM, Jakarta - PKS menyampaikan permintaan maaf jika iklan TV terbarunya yang mengangkat tema pertarungan elit politik jelang Pemilu 2009 telah menyinggung para elit parpol lain.

"Kalau ada yang tersinggung, ya, kita minta maaf. Kalau memang kritikan itu diterima dengan baik, ya, kita ucapkan terima kasih," ucap Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (13/2).

Mahfudz menegaskan iklan terbaru PKS itu untuk mendidik masyarakat agar tidak bingung dengan situasi dan kelakuan elit politik yang kian memanas menjelang Pemilu 2009.

Lebih jauh, Ketua Fraksi PKS DPR ini, mengatakan, dalam iklan-iklannya PKS selalu ingin menyampaikan informasi yang sifatnya tidak mengklaim keberhasilan dan hanya menyajikan fakta-fakta yang memang terjadi. "Iklan politik itu merupakan bagian dari pendidikan politik untuk masyarakat," tandas Mahfudz. [mut/dil]
Selengkapnya>>>......

PKS Lancarkan 'Black Campaign'?



INILAH.COM, Jakarta - PKS terus bermanuver. Kali ini partai dakwah itu yang mempublikasikan iklan politik yang menampilkan perseteruan antarelit politik nasional. Panwaslu pun langsung mempelajari materi iklan politik itu. Benarkah PKS melancarkan black campaign?

"Kita memang sedang periksa iklan itu, mana-mana yang kena unsur pelanggaran apakah administratif atau termasuk pidana, atau cuma soal etika saja. Kalau soal etika, ya, biar Tuhan saja yang menegur," ujar Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (13/2).

Menurut Ramdan, selain mempelajari iklan itu, Panwaslu juga sedang menunggu laporan dari masyarakat. Bahkan kalau ada partai politik yang merasa tersinggung dengan iklan PKS itu silakan melaporkannya ke Panwaslu.

"Kalau parpol ingin meminta Panwaslu menindak iklan itu, maka ada prosedural surat menyurat kepada kita. Nanti kita akan lihat apakah itu pelanggaran administratif atau pidana. Selama iklan itu masih ditayangkan kita akan pelajari lalu kita putuskan," paparnya.

Dalam iklan terbaru PKS yang berdurasi sekitar 30 detik tampil di TV sejak beberapa hari terakhir, PKS mengangkat beberapa konflik mulai dari 'yoyo' Megawati Soekarnoputri melawan SBY yang saling berbalas kritik awal Febuari lalu.

Peseteruan yang berawal dari ucapan Megawati saat Rapimnas PDIP di Solo yang menilai SBY

mempermainkan rakyat seperti permainan yoyo yang naik turun itu ditampilkan PKS di awal iklannya.

Setelah 'yoyo', perseteruan antara Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dengan Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Sri Sultan juga tak luput dimainkan PKS. Dalam iklan itu, PKS hanya menampilkan potongan-potongan berita di media massa dengan judul JK intervensi Sultan.

Isu Asal Bukan capres S (ABS) ternyata juga tak dilewatkan PKS untuk dimanfaatkan jadi materi iklannya. Kalau saja persteruan Demokrat-Golkar yang baru-baru ini sempat terjadi juga dipakai PKS, tampaknya akan lebih menarik. [mut/dil]
Selengkapnya>>>......

Minggu, 08 Februari 2009

Tifatul : FTZ Harus Pro Masyarakat Lokal



FTZ akan bermanfaat bagi masyarakat Kepri manakala mampu mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Jika tidak kesannya seperti Singapura memanfaatkan Indonesia menjadi lahan bisnis

PK-Sejahtera Online: Dijadikannya Batam, Bintan dan Karimun (BBK) sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) perlu disikapi secara arif. Pasalnya, jika tidak, maka justru akan mengancam potensi ekonomi dan budaya lokal

Hal ini dikatakan oleh Presiden PKS, Tifatul Sembiring menjawab pertanyaan para wartawan terkait perberlakuan FTZ di BBK saat kunjungannya di Harian Tribun Batam selepas menjadi khatib Jum’at (6/2) di Masjid Raya Batam

Walaupun secara global menyepakati, namun Tifatul mengingatkan, agar keberlangsungan FTZ tidak hanya sekedar menguntungkan para investor. Tifatul menyarankan pemerintah pusat sebelum mengeluarkan petunjuk pelaksanaan perlu menganalisa secara komprehensif, terutama sisi lokal harus diperhatikan.

”Untuk itu agar komprehensif, pemerintah perlu model helicopter view”, terangnya. Presiden PKS ini khawatir, jika FTZ tidak disiapkan dengan baik, bukan keberuntungan yang diraih, namun malah kebuntungan. ”Intinya FTZ harus yang lebih banyak mendapat keuntungan buat rakyat”, tegasnya

Dia menambahkan, FTZ akan bermanfaat bagi masyarakat Kepri manakala mampu mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Jika tidak kesannya seperti Singapura memanfaatkan Indonesia menjadi lahan bisnis

Senada dengan Tifatul, Raden Hari Tjahyono mengungkapkan perberlakuan FTZ harus memberi kemanfaatan yang banyak bagi masyarakat. Selain itu Calon Anggota DPD RI yang mendapat dukungan penuh dari PKS ini kemudian mengingatkan agar masyarakat melayu harus menjadi tuan di negeri sendiri.

”Saya tidak percaya, bahwa orang melayu tidak bisa maju, buktinya Malaysia bisa!”, terangnya lugas di hadapan 500 undangan dalam sambutannya dalam dialog lintas tokoh bertajuk ”Bersama Membangun Negeri” di Hotel Comfort, Tanjungpinang pada Jum’at malam (6/2)

Raden Hari pantas untuk mewanti-wanti, pasalnya sebagai buruh dia paham, bahwa tabiat investor itu selalu menginginkan keuntungan yang maksimal. Apalagi akibat mengalami tarik ulur, perberlakuan FTZ yang berbarengan dengan krisis global ini diakuinya secara ekonomi tidak berada dalam momentum ideal. (isy)
Selengkapnya>>>......

Sampe Kempes Tetep PKS



Jika anda yakin, dukunglah kami
Jika anda simpati, doakan kami
Jika anda ragu, pelajarilah kami
dan Jika anda tidak setuju, kami akan tetap memperjuangkan aspirasi anda.

PKS.. untuk kita semua
---
sumber: [8]PKS

Type rest of the post here
Selengkapnya>>>......

Senin, 02 Februari 2009

Al Qaradhawi: Saya Berharap Syahid di Gaza



dakwatuna.com - “Saya berharap di penghujung usia saya, bisa pergi ke Gaza meskipun dengan kursi roda, saya bergabung dalam barisan pejuang kemerdekaan Palestina menentang penjajah Zionis Israel. Saya berada dibarisan depan, menembak musuh, kemudian Zionis Israel itu membalas dengan mengebom saya, saya meraih syahid di bumi Palestina.”

Ungkapan itulah yang meluncur dari lisan mulia Dr. Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional ketika menyampaikan keinginannya dalam bergabung dengan barisan syuhada Palestina. Beliau juga menegaskan bahwa perlawanan, ketegaran, dan persatuan anak bangsa Palestina di tengah upaya memecah-belah menjadi unsur utama dalam meraih kemenangan.

Beliau mengungkapkan itu ketika menghadiri acara budaya rakyat di Ibu Kota Qatar, Doha, pada hari Rabu pekan lalu, dengan tema “Dan Gaza Menang”. Hadir dalam acara itu pemimpin Hamas, Khalid Misy’al.

“Penduduk Gaza telah memadukan antara iman dan persatuan, sehingga Allah swt. menyatukan hati mereka. Para agresor dan anteknya berupaya mencerai-beraikan persatuan bangsa Palestina dengan blokade. Mereka menginginkan dengan kondisi kesulitan hidup, warga Palestina protes terhadap Hamas. Namun bangsa Palestina lebih memilih persatuan dan tidak menyerah. Kekuatan penjajah telah habis dan mereka tidak pernah mendapatkan target dari apa yang mereka inginkan.”

Beliau menolak tudingan bahwa yang bertanggung jawab atas terbunuhnya ribuan warga Palestina adalah para pejuang perlawanan bangsa Palestina. Beliau katakan:

“Mati syahid adalah cita-cita… dan jangan kamu anggap syuhada Gaza itu mati.”

Sekali lagi beliau tegaskan bahwa jalan meraih kemerdekaan adalah dengan perlawanan. “Jika anda berharap mederka dalam setiap bentuk perlawanan, anda harus memiliki senjata untuk merealisasikan harapan tersebut. Dan segala bentuk perdamaian karena ketidakberdayaan, bukanlah perdamaian sejati.” Beliau menukil ayat suci Al Qur’an:

{فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَن يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ} محمد : 35،
“Janganlah kaliann merasa lemah dan mengajak berdamai atau menyerah, kalian adalah lebih mulia. Dan Allah bersama kalian dan sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan kerja-kerja kalian.” Muhammad:35

Beliau juga menambahkan bahwa kemenanngan Gaza baru kemenangan parsial, kita masih menunggu kemenangan sejati, yaitu dengan terbebaskannya negeri Palestina.”

Beliau juga mengucapkan terima kasih terhadap Amir Qatar, Syaikh Hamd bin Khalifah Aali Tsani yang menentang agresi Zionis Israel atas Gaza yang telah menelan 1415 syuhada dan 5450 luka-luka, serta berupaya menggalang persatuan pemimpin dunia Arab guna mendukung perjuangan Palestina. (it/ut)
Selengkapnya>>>......

Nama-nama Pejabat Israel Yang Menjadi Penjahat Perang di Gaza



PARIS - Geil Devr, seorang pengacara dalam hukum internasional dan koordinator dari “koalisi internasional untuk meghakimi penjahat perang Israel di Jalur Gaza berkata:” Bahwa waktu untuk Israel yang mengandalkan kekuatan militernya “tanpa impunitas” telah berakhir.

Undang-undang Perancis mengungkap keberhasilan “koalisi internasional” dalam memonitoring dan merekam nama-nama para pemimpin yang bertanggung jawab atas agresi Israel, tetapi menolak untuk menyebutkan nama-namanya dengan alasan untuk ”kepentingan penyelidikan.”
Dalam pernyataan eksklusif dengan “Islamonline.net,” Devr menjelaskan bahwa kehati-hatian pemerintah Israel untuk menyembunyikan nama-nama pejabat dan pegawai yang ikut ambil bagian dalam agresi di Jalur Gaza karena takut adanya tuntutan internasional sudah “terlambat.”

Dalam pernyataan eksklusif dengan “Islamonline.net,” Devr menjelaskan bahwa kehati-hatian pemerintah Israel untuk menyembunyikan nama-nama pejabat dan pegawai yang ikut ambil bagian dalam agresi di Jalur Gaza karena takut adanya tuntutan internasional sudah “terlambat.”
Ia berkata: “Bahwa “koalisi internasional” bidang hukum, sejak awal agresi telah berhasil mendapatkan nama-nama semua komandan militer yang ikut terlibat dalam Agresi Israel di Gaza, pada saat Israel tidak menanggapi panggilan mereka secara serius yang akan dicoba pada tahap awal, maka cukup waktu terhadap koalisi untuk mempelajari lebih lanjut atas kejahatan mereka”.
Devr juga mengatakan bahwa “koalisi persidangan terhadap penjahat perang” telah memiliki daftar nama-namanya, dan pada saat yang bersamaan dia menekankan “Israel harus memahami bahwa penggunaan kekuatan militer telah berakhir tanpa impunitas.”
Dia juga menambahkan: “Bahwa dalam penelitian ini kami menggunakan alat khusus yaitu melalui alat komunikasi dengan tentara Israel untuk mengetahui nama sebagian besar pejabat yang ikut ambil bagian dalam operasi militer, dan kami telah melakukan monitoring dan merekam nama mereka”, sambil menolak mengungkapkan nama-nama tersebut demi kepentingan penyelidikan.
Geil Devr dan sejumlah ahli hukum internasional lainnya telah melakukan pertemuan dengan penuntut umum di Pengadilan Kriminal Internasional, Luis Moreno Ocampo, pada hari Jumat 23 -1 - 2009 di mana dia menerima tuntutan hukum tindakan kriminal sebanyak 350 kasus, yang telah dilakukan oleh lembaga organisasi dan yayasan hak asasi manusia termasuk diantaranya 89 organisasi internasional hak asasi manusia dari Perancis untuk mengadili para pemimpin Israel atas kejahatan di Jalur Gaza.
Kendala-kendala dalam menuntaskan kasus
Paling tidak kendala utama yang dapat menghentikan penuntutan perkara ini, Devr berkata: “Kendala terbesar adalah bahwa Israel tidak menandatangani Statuta Roma tentang Pengadilan Pidana Internasional.”
Israel dan Amerika Serikat tidak pernah menandatangani Statuta Roma tentang Pengadilan Pidana Internasional, yang diadopsi melalui konferensi diplomat PBB tentang pembentukan Pengadilan internasional pada tanggal 17-7-1998.
Tetapi ia menambahkan: “Ada 120 negara yang tealh menandatangani Piagam tersebut, dan kita harus mendapatkan persetujuan dari beberapa negara-negara tersebut untuk kemungkinan melakukan tindakan hukum, tetapi dalam hal apapun kita perlu melakukan investigasi untuk mengidentifikasi terhadap apa yang terjadi.”
Devr juga berharap bahwa Dewan Keamanan PBB berhasil mengeluarkan resolusi yang diperlukan untuk membuka penyelidikan dalam kejahatan Israel di Jalur Gaza, dengan argumentasi bawha Israel bisa saja mengganggu proses tuntutan dari Dewan Keamanan melalui penggunaan hak veto beberapa anggota dewan keamanan.
Namun dia menjelaskan, bahwa ada banyak indikasi yang menunjukkan bahwa Jaksa Agung telah melakukan akhir proses hukum, namun tanpa memberikan rincian lebih lanjut akan hasil yang telah dicapai.
Di samping isu permasalahan utama dihadapan International Criminal Court (Mahkamah tindak pidana internasional), bahwa “Aliansi untuk penuntutan kejahatan perang dan tindak kriminal di Jalur Gaza, harus ” mengangkat sebuah perkara kriminal di hadapan Pengadilan tingkat Pertama di Ibukota Belgia, Brussels untuk menuntut pembatalan Konvensi pada 8 Desember 2008 yang mengangkat hubungan Eropa-Israel ke tingkat yang lebih tinggi dengan non-anggota Uni Eropa, yang diawasi oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Menteri Luar Negeri Bernard Kouchner. Dari situ dapat dinyatakan bahwa Israel telah melakukan agresi secara ganas dan keji pada tanggal 27-12-2008, selama 22 hari, sehingga mengakibatkan sekitar 1400 yang syahid dan 5400 yang terluka, dan setengah dari yang menjadi korban adalah perempuan dan anak-anak. Penggunaan senjata terlarang secara internasional; seperti missiles bom fosfor putih dan bom panas stereoisomers.
Tuntutan Spanyol
Dalam konteks yang terkait diatas, Pengadilan Nasional Spanyol melaksanakan penyelidikan terhadap tujuh mantan pemimpin Israel yang diduga melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza, yang demikian sesuai dengan pernyataan dari Pusat Informasi Palestina untuk Hak Asasi Manusia, yang melakukan penuntutan yang bekerja sama dengan para penyidik Spanyol untuk menyelidiki penjatuhan roket dan bom yang beratnya hampir setengah ton pada Salah satu rumah milik Shalah Syahadah, salah seorang pemimpin brigade Izzuddin Al-Qassam, di distrik El-Darj, di Kota Gaza pada tahun 2002, sehingga mengakibatkan dirinya dan 18 warga sipil lainnya syahid.
Dalam pernyataan yang diterima oleh “Islamonline.net,” bahwa pengadilan meminta 7 pemimpin Israel untuk menyerahkan diri selama periode 30 hari dimulai hari Kamis kemarin, dan ketika mereka tidak mau muncul untuk menyerahkan diri, maka akan dikeluarkan perintah internasional untuk melakukan penangkapan paksa terhadap mereka.
Adapun tujuh tersangka tersebut adalah: “Benjamin Ben-Eliezer, Menteri Infrastruktur Israel, yang waktu itumemegang pos menteri pertahanan, ” Michael Herzog, “sekretaris militer mantan Menteri Pertahanan, ” Moshe Ya’alon ” mantan kepala staf Israel, ” Dan Halutz ” Komandan Angkatan Udara Israel, “Ibrahim Dichter” Direktur intelijen Israel, dan “Doron Almog” yang saat itu menduduki jabatan komandan dari tentara Israel di wilayah selatan, dan “Giora Eiland,” yang menjabat sebagai direktur Dewan Keamanan Nasional Israel.
Sumber: www.islamonline.net
Selengkapnya>>>......

PM ISRAEL: KAMI AKAN KEMBALI SERANG GAZA



kispa.org-Meski mengklaim sudah mencapai target dalam serangan brutalnya ke Jalur Gaza kemarin, rezim Zionis Israel mengancam akan kembali melakukan serangan yang sama ke Gaza. Anehnya, kali ini rezim Zionis mengaku gagal mencapai tujuannya dalam perang kemarin, sehingga merasa perlu melakukan serangan kembali ke Jalur Gaza.
Hal tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dalam rapat kabinet mingguan hari Minggu kemarin. Ia mengatakan bahwa militer Israel akan melakukan balasan yang lebih keras terhadap tembakan-tembakan roket dari Gaza ke wilayah Israel

"Kami akan bertindak sesuai dengan kebijakan-kebijakan baru, yang akan menjamin bahwa kami tidak akan terseret ke dalam aksi saling balas terus menerus yang mengganggu kehidupan normal di selatan wilayah negara kami," kata Olmert.

Ia melanjutkan,"Kami sudah mengatakan, jika masih ada tembakan roket ke selatan wilayah kami, kami akan meresponnya dengan tegas dan dengan tindakan yang lebih keras lagi. Kami akan menentukan waktu, tempat dan bentuk tindakan yang akan kami lakukan."

Setelah pernyataan yang dikeluarkan Olmert, militer Israel langsung melakukan serangan udara ke sejumlah target di Jalur Gaza, antara lain ke sebuah pos polisi yang sudah kosong dan ke beberapa titik di dekat perbatasan Mesir yang diklaim Israel sebagai lokasi terowongan-terowongan milik Hamas. Warga Palestina di Gaza mengakui mendengar beberapa kali ledakan sepanjang hari Minggu kemarin.

Sejak menyatakan gencatan senjata sepihak setelah 22 hari menggempur dan membantai warga Palestina di Jalur Gaza, Israel masih belum mau membuka perbatasan-perbatasan yang menjadi pintu masuk ke Jalur Gaza. Sementara para pejuang Palestina di Gaza, utamanya Hamas mengancam akan kembali menembakkan roket-roket mereka jika Israel tidak juga mau membuka perbatasan dan mengakhiri blokadenya di Gaza.

Hari Minggu pagi kemarin, sebuah roket kembali ditembakkan ke selatan Israel. Brigade Martir al-Aqsa, sayap militer Fatah, mengklaim bertanggung jawab atas tembakan roket tersebut. Sesuatu yang agak aneh juga sebenarnya, karena selama ini sayap militer Fatah tidak banyak terlibat dalam perjuangan di Jalur Gaza karena lebih terkonsentrasi di Tepi Barat.

Sementara pihak Hamas mengecam sikap para pejabat pemerintah Israel yang terus menerus melontarkan ancaman ke Jalur Gaza di tengah upaya gencatan senjata yang sedang dilakukan.

"Israel sedang mencari alasan palsu untuk kembali melakukan agresinya terhadap rakyat Palestina. Israel juga sedang berusaha mengggagalkan upaya Mesir untuk meningkatkan situasi tenang. Israel ingin menekan rakyat Palestina agar menerima persyaratan-persyaratan yang diajukan Israel dalam pembicaraan gencatan senjata yang dimediasi Mesir," tandas Taher al-Nunu, salah seorang jubir Hamas.
Selengkapnya>>>......

Laporan Pembangunan Pemukiman Ilegal Yahudi Ditemukan



WEST BANK (Arrahmah.com) - Sebuah laporan yang bocor mengenai data pemukiman Yahudi di West Bank menunjukkan bahwa pemerintah Israel terlibat dalam pembangunan ilegal di tanah milik warga Palestina tersebut. Demikian yang diungkapkan oleh Yesh Din, sebuah kelompok pembela hak asasi manusia.

Jumat lalu (30/1), Yesh Din mengatakan bahwa laporan rahasia tersebut, yang disusun oleh menteri pertahanan Israel, akan membantu warga Palestina menuntut pemerintah Israel atas kerugian yang dideritanya.


Michael Sfard, pengacara hukum Yesh Din, berkata informasi tersebut merupakan sebuah ‘tuduhan berat’ bagi militer dan pemerintahan Israel. “Penguasa Israel secara sistematis telah melanggar hukum internasional dan hak kepemilikian penduduk Palestina,” lanjutnya.

Sebagaimana dilansir dalam harian Haaretz, informasi yang bocor pada Yesh Din memperlihatkan tiga dari empat pemukiman di West Bank setidaknya dibangun tanpa izin resmi.

Harian tersebut mengatakan bahwa dalam laporan tersebut, lebih dari 30 pemukiman, pembangunan besar-besaran dari gedung-gedung serta infrastruktur seperti jalan, sekolah, sinagog, dan kantor polisi dilaksanakan di tanah milik warga Palestina.

Di salah satu pemukiman, Elon Moreh, 18 rumah telah dibangun. Di pemukiman lain, Efrat, sebuah taman dan sinagog pun dibangun begitu saja. Dan yang ketiga, Ariel, sebuah sekolah telah didirikan tanpa izin yang resmi.

Yesh Din mengatakan penemuan tersebut akan mulai diiklankan di surat kabar Palestina untuk mendorong warga Palestina mengambil tindakan hukum. Selain itu, Yesh Din juga akan siap untuk menawarkan pengacara jika warga Palestina membutuhkan.

Data-data tersebut fokus pada 120 pemukiman di West Bank yang telah diresmikan oleh pemerintah Israel sejak wilayah tersebut diduduki tahun 1967. Sekitar 100 pemukiman tak resmi yang masih ada dalam pengawasan Israel lainnya juga telah dibangun oleh para pemukim.

Tentu saja pemukiman tersebut tidak legal berdasarkan hukum internasional dan juga menurut peta hasil kesepakatan Israel-Palestina untuk menghentikan ekspansi Israel di tanah al Quds.

Sejauh ini pemerintah Israel tidak memberikan tanggapan atas laporan tersebut. (Althaf/arrahmah.com)

Selengkapnya>>>......

Mujahid Al Qassam “Diselamatkan” Al-Quran



GAZA (Arrahmah.com) - Allah kembali menampakkan kekuasan-Nya (ayaturrahman) melalui sebuah karamah kejadian ajaib. Peristiwa itu diceritakan oleh beberapa dokter Yordan yang menjadi relawan di Gaza.

Dr Hisam Az Zighah menyatakan hal yang telah ia saksikan itu di acara Festival Ikatan Dokter Yordan beberapa hari yang lalu. Di hadapan para wartawan ia menunjukkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al-Quran serta buku kumpulan doa-doa, Hishnul Muslim.

Cerita bermula dengan datangnya salah seorang pejuang yang menderita luka di rumah sakit As Syifa', lalu dokter tersebut melakukan pemeriksaan. Akan tetapi ketika proses pemeriksaan medis dilakukan, dokter itu dikejutkan dengan sepotong proyektil peluru yang ia temukan bersarang di saku pejuang tersebut.

Timah panas itu gagal menembus jantung pejuang itu, karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf Al-Quran yang selalu berada di saku si pejuang. Buku kumpulan doa itu berlobang, akan tetapi hanya sampul muka mushaf yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah "berantakan".

Demikian, Allah telah menampakkan ayat-ayatnya, melalui para pejuang yang ikhlas dan taat. Semoga Allah selalu memberi perlindungan kepada hamba-hamba- Nya yang membela agamanya. [Hanin Mazaya/hidayatullah]
Selengkapnya>>>......

Minggu, 01 Februari 2009

Tentara Zionis Israel : “Kami Akan Menembak Apapun yang Bergerak”



"Kami menghantam Zeitun hingga ke dalam tanah," uajr salah seorang tentara seperti dilansir Times Online.

Setelah operasi militer dihentikan, wilayah pinggiran di Timur Gaza hampir rata dengan tanah, semuanya menjadi puing-puing reruntuhan.

"Kami mengetahui segalanya mengenai jebakan manusia, kami tahu mereka mencoba menangkap kami dan jika mereka tidak dihentikan maka kami akan berakhir... jadi kami tidak punya pilihan. Kami hantam mereka dengan tembakan-tembakan dan mereka pun tidak lagi memiliki kesempatan."

Pasukan zionis Israel berada di Zeitun sejak 4 Januari hingga diumumkannya gencatan senjata oleh pemerintah Israel, selama itu pula mereka melakukan kejahatan terhadap warga sipil Palestina.

29 anggota keluarga Samuni dibunuh setelah tentara zionis Israel, laknatullah, memaksa mereka memasuki sebuah gedung setelah itu menembakkan meriam ke arah gedung itu. 23 anggota keluarga dibunuh perlahan-lahan dengan membuat luka di tubuh mereka dan membiarkan mereka sekarat selama tiga hari, laporan lain menambahkan.

Keluarga lain juga dilaporkan mengalami peristiwa serupa, saksi mata mengatakan tentara Israel terus menembak walau mereka telah mengangkat bendera putih tanda menyerah.

Batalion Givati terkenal dengan tentara terburuk yang melakukan penyerangan terhadap penduduk Palestina termasuk membunuh anak-anak. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)
Selengkapnya>>>......

Empat Skenario Pemilihan Presiden Ala PKS



Skenario pertama, jika terjadi head to head SBY melawan Mega, maka siapa wakil tak penting

VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera telah melakukan simulasi skenario Pemilihan Presiden 2009. Skenario-skenario itu disusun berdasarkan hasil berbagai survei.

Keempat skenario ini dibeberkan Ketua Dewan Pengurus Pusat PKS, Zulkieflimansyah, dalam diskusi "Menghitung Ulang Peluang Capres Non-Incumbent" di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2009.

Berikut pemaparan Zul:
1. Bila situasi politik menjelang pemilu nanti tidak berubah, tetap seperti saat ini yang head to head antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati, maka siapapun yang menjadi calon wakil presiden mereka menjadi tidak begitu penting. Siapapun calon wakil presiden (mendampingi) SBY, beliau akan tetap melenggang mulus pada Pemilu 2009. Sebaliknya, siapapun pendamping Ibu Mega juga tidak akan terlalu berpengaruh kalau SBY adalah satu-satunya lawan baginya. Intinya, pada kasus duel antara 2 tokoh tersebut, soal cawapres tidak lagi relevan;

2. Yang menarik adalah bila dalam Pemilu legislatif, ternyata Golkar berhasil menang dengan perolehan suara signifikan. Ini akan mengakibatkan desakan kuat dari internal Golkar untuk memunculkan calon presiden sendiri. Dengan demikian, bisa saja muncul calon presiden lebih dari 2 kandidat. Mungkin SBY, Jusuf Kalla dan Mega. Bila skenario kedua ini yang terjadi, maka posisi PKS menjadi agak lumayan gampang dalam memilih mau ikut pihak yang mana;

3. Jika perolehan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ternyata jatuh, jauh dari yang diharapkan, misalnya 15 persen. Artinya, PDIP tidak mungkin head to head dengan SBY, dan kemungkinan bisa muncul calon presiden PDIP selain Ibu Mega. Bisa saja calon yang lebih muda. Bila hal ini terjadi, maka PKS akan lebih mudah lagi menentukan sikap, apakah akan bergabung dengan SBY atau PDIP -- tentu ini belum diputuskan;

4. Bila Mahkamah Konstitusi menganulir syarat pengajuan calon presiden 20-25 persen, dampaknya bisa memunculkan banyak kandidat. Dalam kasus ini, kemenangan SBY akan sangat ditentukan oleh bisa atau tidaknya pemerintahan mengendalikan krisis ekonomi. Bila krisis ekonomi global menghantam Indonesia sebelum Pemilihan Presiden dimulai, yakni sekitar bulan Mei/Juni, dan dampak krisis tersebut sampai terasa di tingkat masyarakat akar rumput, maka opsi bagi kepemimpinan baru akan sangat terbuka. Ini tentu akan membuat prediksi politik lebih sulit lagi.


Sumber: vivanews
Selengkapnya>>>......

Turkey"Serang" Israel



DAVOS - Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, memanas. Pada salah satu sesi dialog perdamaian kemarin (30/1), dua pembicara, yakni Presiden Israel Shimon Peres dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, adu mulut di panggung. Kejadian itu disaksikan langsung Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Sekjen Liga Arab Amr Mussa serta ratusan hadirin yang memadati ruang pertemuan.

Pemicunya adalah pidato Shimon Peres mengenai konflik Gaza. Saat diberi kesempatan berbicara oleh moderator, Peres menyatakan bahwa Israel terpaksa menyerang Hamas karena mereka menembakkan ribuan roket dan mortir ke Israel. ''Tragedi Gaza bukanlah Israel, tapi Hamas,'' kata peraih Nobel Perdamaian bersama mendiang pemimpin PLO Yasser Arafat pada 1994 itu dengan suara keras yang disambut tepuk tangan hadirin

Kemudian, sambil menunjuk Erdogan, Peres mengatakan bahwa Turki akan berbuat hal yang sama jika Istanbul dihujani roket.

PM Turki yang sejak semula bersungut-sungut melihat Peres berkampanye tentang invasi ke Gaza dalam pidatonya langsung menginterupsi. Erdogan mengkritik hadirin yang terdiri atas pejabat internasional maupun swasta karena mereka memberikan tepuk tangan atas pidato emosional Peres. Erdogan mengingatkan hadirin bahwa Israel berlaku biadab di Gaza dengan membantai lebih dari 1.300 warga Palestina.

''Saya merasa sangat sedih karena orang-orang tepuk tangan atas ucapan Anda, padahal banyak orang tewas,'' teriaknya kepada Peres sebelum dihentikan oleh moderator, yakni wartawan Washington Post David Ignatius.Tak menggubris peringatan moderator, Erdogan terus nyerocos sambil menuding balik Peres dengan mengatakan, Peres berbicara keras hanya untuk menutupi kesalahan-kesalahannya di Gaza. Untuk yang kedua, moderator menegur Erdogan. ''Kita tidak bisa memulai kembali debat ini karena waktunya tidak ada,'' tegur moderator Ignatius.

Merasa moderator tak menghargai protesnya, Erdogan semakin berang. Dia menuding wartawan senior The Post itu tidak adil karena Peres diberi waktu 25 menit untuk berbicara, sedangkan dirinya hanya 12 menit. ''Saya berpikiran tidak akan datang lagi ke Davos setelah kejadian ini karena Anda tidak membolehkan saya berbicara,'' kata PM Turki itu sambil bangkit dari kursi, kemudian berjalan meninggalkan panggung.

Sekjen PBB Ban Ki-moon dan PM Israel yang duduk sejajar dengan Erdogan hanya melongo melihat ''kegusaran'' PM Turki itu. Sedangkan upaya Sekjen Liga Arab Amr Mussa yang berdiri dan mencoba menenangkan Erdogan berakhir sia-sia. Erdogan langsung meninggalkan acara dan saat itu juga terbang pulang ke negaranya.

''Serangan'' PM Turki kepada presiden Israel di sebuah forum internasional cukup mengagetkan. Mengingat, Turki adalah salah satu di antara sebagian kecil negara-negara muslim yang punya hubungan diplomatik dengan Israel. Erdogan selam ini juga memimpin upaya mediasi antara Israel dan Syria beberapa saat menjelang serbuan ke Gaza.

Dia berkali-kali mengecam serbuan itu, namun menolak desakan memutus hubungan dengan Israel. ''Saya seorang pemimpin dunia yang mengatakan bahwa anti-Semitisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Saya katakan ini sejak awal menjadi perdana menteri maupun sebelumnya,'' ujar Erdogan menanggapi kecaman kelompok Yahudi.

Jadi Pahlawan

Rakyat Turki mengelu-elukan PM Recep Tayyip Erdogan saat dia mendarat di Istanbul beberapa jam setelah walk out dari debat soal Gaza di Davos. Massa begitu bangga atas ketegasan pemimpin mereka dan menyambutnya dengan lambaian bendera Turki dan Palestina di bandara saat Erdogan turun dari pesawat.

Saat berpidato di hadapan massa penjemputnya, Erdogan mengatakan bahwa nada dan bahasa Presiden Israel Simon Peres tidak bisa diterima. ''Saya hanya tahu saya harus melindungi martabat Turki dan bangsa Turki,'' kata Erdogan.

''Saya bukan kepala suku. Saya perdana menteri Turki. Saya harus melakukan yang harus saya lakukan,'' tambah Erdogan yang disambut teriakan massa ''Turki bersama Anda''.

Namun, saat jumpa pers di kantornya, emosi Erdogan sudah mereda. Dia kepada wartawan menyatakan bahwa keputusannya meninggalkan tempat debat bukan akibat ketidaksepahamannya dengan Peres, tapi karena diberi waktu lebih pendek daripada presiden Israel.

Sementara itu, Presiden Peres mengatakan, dirinya berharap agar hubungan Israel dengan Turki tidak terganggu akibat perdebatan sengit antara dirinya dan PM Erdogan. Dia mengaku sudah menelepon PM Turki untuk menyampaikan permintaan maaf. ''Saya katakan ke dia, ini bukan tentang Anda, atau rakyat Anda. Kita masih bersahabat,'' ujar Peres. (AP/BBC/CNN/kim)
Selengkapnya>>>......