Jumat, 13 Februari 2009

PKS Lancarkan 'Black Campaign'?



INILAH.COM, Jakarta - PKS terus bermanuver. Kali ini partai dakwah itu yang mempublikasikan iklan politik yang menampilkan perseteruan antarelit politik nasional. Panwaslu pun langsung mempelajari materi iklan politik itu. Benarkah PKS melancarkan black campaign?

"Kita memang sedang periksa iklan itu, mana-mana yang kena unsur pelanggaran apakah administratif atau termasuk pidana, atau cuma soal etika saja. Kalau soal etika, ya, biar Tuhan saja yang menegur," ujar Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (13/2).

Menurut Ramdan, selain mempelajari iklan itu, Panwaslu juga sedang menunggu laporan dari masyarakat. Bahkan kalau ada partai politik yang merasa tersinggung dengan iklan PKS itu silakan melaporkannya ke Panwaslu.

"Kalau parpol ingin meminta Panwaslu menindak iklan itu, maka ada prosedural surat menyurat kepada kita. Nanti kita akan lihat apakah itu pelanggaran administratif atau pidana. Selama iklan itu masih ditayangkan kita akan pelajari lalu kita putuskan," paparnya.

Dalam iklan terbaru PKS yang berdurasi sekitar 30 detik tampil di TV sejak beberapa hari terakhir, PKS mengangkat beberapa konflik mulai dari 'yoyo' Megawati Soekarnoputri melawan SBY yang saling berbalas kritik awal Febuari lalu.

Peseteruan yang berawal dari ucapan Megawati saat Rapimnas PDIP di Solo yang menilai SBY

mempermainkan rakyat seperti permainan yoyo yang naik turun itu ditampilkan PKS di awal iklannya.

Setelah 'yoyo', perseteruan antara Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dengan Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Sri Sultan juga tak luput dimainkan PKS. Dalam iklan itu, PKS hanya menampilkan potongan-potongan berita di media massa dengan judul JK intervensi Sultan.

Isu Asal Bukan capres S (ABS) ternyata juga tak dilewatkan PKS untuk dimanfaatkan jadi materi iklannya. Kalau saja persteruan Demokrat-Golkar yang baru-baru ini sempat terjadi juga dipakai PKS, tampaknya akan lebih menarik. [mut/dil]

Tidak ada komentar: